Cerita Bersama BWAMTrip oleh Marlin


Annyeonghaseyo….

Saya Marlin mau berbagi sedikit cerita tentang perjalanan saya saat ke korea bersama bwamtrip. Sudah hampir setahun berlalu tapi masih lekat dalam ingatan perjalanan saya selama disana terus teringat karena banyak kenangan dan cerita seru walaupun hanya 9 hari. Awalnya tidak pernah terpikir untuk bisa ke korea walaupun selalu berharap bisa kesana, saya punya teman namanya kak novi suryani sama-sama menyenangi dunia perkoreaan. Lewat ajakan kak novi saya tergoda untuk bisa kekorea dengan bwamtrip. Singkat cerita setelah banyak pertimbangan karena saat itu saya juga baru bekerja dijakarta jadi untuk keuangan masih belum mendukung untuk bisa kekorea tapi ternyata bwamtrip punya jawaban untuk saya, selain itinerary yang bisa kitabuat sendiri ternyata pembayaran tripnya boleh nyicil loh walaupun sebenarnya pengen langsung lunas hahaha…

Akhirnya saya pun bisa pergi ke korea bersama bwamtrip, dengan tidak lupa mengajak satu teman saya dari makassar yang juga memimpikan untuk bisa ke korea. Saat itu saya pergi dimusin semi alias spring dimana bunga bunga cherry blossom bermunculan. Oh iya saya juga sangat menyukai maskapai yang digunakan saat ke korea kemarin, bwamtrip menerbangkan kami bersama Asiana air, saya pikir akan menggunakan maskapai yang membutuhkan transit lama kalau teringat riwayat perjalanan saya keluar negeri sebelumnya. Tapi ternyata tidak seperti yang saya pikirkan waktu itu penerbangan dimalam hari jadi bisa sekalian beristirahat dan pagi saat bangun saya sudah dikorea, daebak!!! Seperti mimpi rasanya, dan bwatrip membantu saya mewujudkan mimpi itu.

Tiba di Incheon Airport

Saya banyak mengabadikan foto disetiap tempat yang saya lewati selama dikorea, selalu ada rindu setiap melihat foto-foto yang saya abadikan. Kalau ditanya apa yang paling dikangenin?, jawabannya “semuanya” hahaha… Musimnya, suasanannya, oppa oppa tampan, anak mudanya yang modis, makanannya apalagi, saya suka mencicipi makanan korea, di indonesia beberapa restoran korea pernah saya singgahi tapi memang merasakan langsung makanan korea di korea itu lebih nikmat tiada tara.

Saat itu dari bandara incheon dengan Bus rombongan bwamtrip dibawa ke penginapan (maafkan saya yang lupa nama daerah tempat kami menginap , tapi ternyata bus yang kita naiki tidak bisa mengantar sampai depan penginapan dan dengan kekuatan bahagia kita menggiring koper masing-masing menuju penginapan, walaupun berjalan kaki tidak mengurangi semangat saya untuk melirik kanan kiri sambil berpikir “ohh korea seperti ini” begitu terus sampai tiba dipenginapan.

Teman baru

Selama di korea perjalanan saya bertemu dengan banyak teman baru karena bwamtrip kala itu membawa bermacam suku dan bahasa walaupun kami berbeda itinerary. Seru banget!! Salah satunya roomatte saya kala itu kami beranggotakan enam orang dalam satu itinerary yang sama, ada kak ambar, kak steffi, kak maria dan kak frida dan dikepalai kak novi suryani hehehe.

Setiap perjalanan kami selalu menggunakan Subway, karena taksi ternyata mahal hahaha.. tapi tidak apa-apa karena disitulah saya menemukan keseruannya, bisa melihat dan mengelilingi banyak tempat yang keren. Jangan takut nyasar karena kalau dari kami berenam tidak tahu arah atau jalan, kami punya ketua geng bwamtrip yang siap untuk ditanya arah hehehe. Namun kami juga banyak berinteraksi langsung dengan orang lokal saat menanyakan arah atau jalan, jangan bertanya jalan dengan orang tua disana karena mereka tidak semua bisa berbahasa inggris. Pernah kami bertanya arah jalan pada salah satu orang tua yang kami temui dijalan dan hasil kami diberi jawaban dalam bahasa korea dan bahasa tubuh hahaha… bukannya menemukan hasil malah semakin nyasar, pada akhirnya kami pun mengincar anak muda nya karena mayorita mereka bisa bahasa inggris, ya walaupun bukan saya yang bertanya jalan karena bahasa inggris saya juga minus tapi saya punya teman roommate yang jago-jago.

Dari Seoul ke Busan

Itinerary kami kala itu tidak hanya di seoul saja tapi kami juga menghampiri Busan. Untuk pertama kalinya saya naik kereta ke busan, ada cerita lucu saat kami mempersiapkan perjalanan ke Busan yaitu bekal yang akan kami makan di kereta selama perjalanan, berbekalnya nasi siap saji yang sudah kami hangatkan dari penginapan dan beberapa susu pisang dan cemilan lain yang sudah kami beli dari lottemart semalam sebelumnya, salah satu teman roomatte saya membawa rendang dari indonesia hahaha daebak!! Oh iya favorit saya selama dikorea adalah susu pisang atau banana milk dan watter jelly (petitzel fruity) yang saat balik ke indonesia pun saya bawah. Kalau pernah nonton film Train to Busan, nah itu yang saya rasakan saat menaiki kereta ke Busan dan sambil bepikir apakah akan ada zombie? Atau akan ada Oppa Gongyoo? Hahahaha… (mending ada oppa gongyoo daripada zombie).

Gamchon Culture Village

Salah satu itinerary kami saat ke Busan yaitu Gamchon Village, waktu saat akan menuju Gamchon cuaca tidak mendukung karena hujan, sedih rasanya tidak bisa berkeliling lama didaerah itu, semoga dikesempatan berikutnya saya bisa mengelilinginya, harus! Walaupun begitu saya dan beberapa rombongan bwamtrip yang juga ke Gamchon sempat mengabadikan foto bersama.

Walapun saat itu di Busan cuaca tidak mendukung namun tidak mengurangi keindahan cherry blossom yang saya temui disetiap jalan, cantik banget! Oh iya selama di Busan saya punya cerita menarik yang selalu saya ingat sampai sekarang. Saat itu setelah dari Gamchon sebelum , kami masuk disalah satu tempat makan dengan bermodalkan the power of patungan, kami mengambil posisi duduk dan membuka menu dan menemukan harga makanan yang diluar ekspetasi kami alias mahal cinn.. setelah dirapatkan beberapa saat kamipun memilih keluar dari tempat makan itu (HAHAHA) dan mencari tempat makan yang sesuai dengan the power of patungan dan pada akhirnya kami dipertemukan dengan tempat makan yang sebenarnya sudah kami lewati sebelumnya. Kami senang, kantong tenang dan perutpun kenyang.

Kerennya lagi penginapan kami saat di Busan langsung menghadap pantai. Daebak!!!

Kalau cuaca dingin bawaanya pasti lapar terus dan itu yang kami alami saat itu sebelum benar-benar istirahat kami menyempatkan diri mengisih perut disalah satu tempat makan di sekitar penginapan, hal menarik yang saya temukan yaitu rupa makanan yang saya lihat serupa lumput ilalang tapi ternyata jangan melihat sesuatu dari rupa karena rasanya enak sekali, suerr! hahaha… untuk lebih menyatu lagi dengan kenikmatan makanan yang ada kami mencicipi soju rasa jeruk (kalau tidak salah) dan itu pertama kali mencicipi soju setelah hanya melihat dari drama korea yang biasa saya tonton, hasil yang saya dapatkan rasanya pahit. (yang penting udah coba jadi gak penasaran lagi)

Mencari Cherry Blossom di Jinhae

Yang menarik lagi yang saya temukan saat di Busan yaitu saat akan menuju Jinhae,waktu itu cuaca lagi-lagi tidak mendukung karena hujan deras saat kami menuju sasang station dan payung yang kami punya hanya ada 2 buah tidak cukup untuk kami berenam. Jadi kami menunggu hujan sedikit redah namun suatu keberuntungan menghampiri saya saat menanti hujan sedikit redah seorang halmoni menghampiri saya dengan berbahasa korea yang tidak saya menegerti tapi dari bahasa tubuhnya dia memberikan payungnya untuk saya, dengan wajah bingung saya menerima payung itu dan sih halmoni pun langsung pergi, saya sempat bergumam terima kasih dalam bahasa korea entah didengar atau tidak karena hujan yang deras. Terharu rasanya dan payung kuning itupun saya genggam erat sambil dalam hati bilang terima kasih semoga halmoni diberkati.

Saat di Jinhae pun hujan masih ada walaupun sudah dalam rupa gerimis, namun tidak menghalangi kami untuk menikmati pemandangan cherry blossom, saya dan payung kuning dari halmoni yang baik hati setia menemani.

Setelah perjalanan panjang pasti tenaga banyak terkuras, ditambah cuaca dingin, hujan dan kami lapar hahahahaha.. disekitar Yeojwacheon Stream banyak tempat makan dan singgahlah kami mengisih tenaga sejenak.

Menuju Gyeonghwa Station

Setelah kenyang walaupun makan seadanya, perjalanan selanjutnya kami menuju Gyeonghwa Station, tiba disana pemandangan pertama yaitu rel kereta ditemani banyak pohon cherry blossom dipinggirnya serta ramai dipenuhi wisatawan berfoto dengan kereta Korail antriannya lumayan panjang. Kami pun ikut mengantri untuk bisa berfoto dengan Korail, setelah foto bersama kami menemukan beberapa oppa berpakaian tentara juga ikut mengantri berfoto, seperti melihat pemain drama Descendants of the sun walaupun tidak serupawan songjongki tapi tidak mengurangi niat kami untuk berfoto bersama hahaha., akhirnya kami mendapatkan kesempatan boleh berfoto dengan oppa berseragam tentara korea(berasa foto bersama songjongki).

Cerita unik lagi saat di Gyeonghwa Station kami menemukan banyak penjual bandana bunga cherry blossom. Kami sempat terpesona untuk membeli tapi setelah dipikir dari pada beli hanya untuk berfoto mending untuk jajan makanan hahaha… nah saat kami berfoto disekitar pohon cherry blossom, seorang ajhumma menghampiri saya dan memberikan bandana bunga cherry blossom miliknya, saya bingung karena tidak tau maksud ajhumma itu memberikan bandananya, namun dari bahasa tubuhnya saya mencoba paham kalau ternyata sih ajhumma meminjamkan bandananya untuk kami pakai berfoto (satu lagi berkat menghampiri saya, happy happy!). Setelah merasa cukup berfoto dengan bandana sih ajhumma, saya mengembalikannya dan berterima kasih dalam bahasa korea. Sebelum kami pergi seorang biksu kalau dari penampilannya meminta berfoto dengan saya, entah angin apa sih ajhussi itu mau befoto tapi dengan senyum manis saya menemaninya berfoto dan Cekrek*

Bye Busan and Hello again Seoul

Hari berikutnya kami sudah kembali ke seoul, saya pribadi senang sekali walaupun saat dibusan itinerary kami tidak sepenuhnya dijalani karena faktor cuaca, tetap bersyukur karena beberapa kebaikan boleh menghampiri saya. Waktu itu itinerary kami menuju ke Bukchon Village, kami menuju tempat menyewa hanbok (wadoh saya lupa namanya) pokoknya itu tempat buat sewa baju hanbok untuk dipakai berkeliling bukchon. Setelah sebelumnya kak novi menemui teman koreanya dan saya juga sempat diperkenalkan dengan temannya itu, eonni cantik yang baik hati dan tidak bisa saya sebutkan namanya memberikan kami bunga satu persatu, so sweett banget apalagi bunganya dibuat sendiri (wangi banget loh). Puas rasa berkeliling dan berfoto di bukchon dengan menggunakan hanbok searasa lagi shooting drama korea zaman Joseon.

Piknik di Sungai Han

Malam harinya sepulang kami dari bukchon kami lanjut menuju Han River. Oh iya waktu itu kami juga bertemu dengan teman korea kak ambar yang sebelumnya sudah membuat janji bertemu. Dipinggir Han river yang dingin dan berangin kami menggelar tikar sambil bercerita dan berfoto, kerennya lagi dua eonni teman kak ambar menyediakan kami bir dan snack.. walaupun sudah tengah malam Han river tetap ramai dipenuhi banyak muda mudi, seru banget!! tapi dingin dan anginnya menembus tulang T_T apalah dayanya saya mahkluh tropis hahaha… saya menghangatkan diri dengan banyak mengerakkan badan menggosok telapak tangan tapi tetap masih dingin T_T

Everland

Ketika itu dihari berikutnya setelah dari teddy bear museum saya terpisah jalan dengan kak novi dan kak ambar karena tujuan kami yang berbeda dan akhirnya kami terbagi menjadi dua bagian(?), saya mengikuti kak maria karena tujuan kami sama yaitu Everland. Kak maria menemui teman indonesia yang bekerja di korea untuk menemani kami menuju tempat yang kami akan singgahi (maklum belum bisa baca peta).

Dihari berikutnya pun seperti itu, kami masih terpisah menjadi dua bagian dan saya masih bersama kak maria dan kak steffi juga bersama teman kak maria yang lainnya mengunjungi banyak tempat keren dari tempat syuting Goblin (yang dramanya kala itu masih booming2nya). Walaupun terpisah menjadi dua bagian tidak mengurangi komunikasi kami.

Senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang, dikenalkan dengan banyak tempat yang awalnya hanya saya lihat dari sebuah drama korea dan pada akhirnya bisa saya nikmati langsung. Walaupun bangun pagipagi buta dan pulang tengah malam dan hanya tidur tiga jam tapi semua terbayar dengan apa yang sudah saya dapatkan. Ketika itu beberapa jadwal itinerary kami sebenarnya ada sedikit namun tidak merusak perjalanan kami.

Nami Island dan Petite France

Dan tibalah hari dimana kami dengan rombongan bwamtrip yang lain bertemu dihari yang sama menuju Nami Island dan Petite France (Maafkan saya yang lupa urutan harinya karena sudah terjadi perubahan jadwal dan saya lupa dihari keberapa hahaha)

Jangan tanya kapan saya menyempatkan diri beli oleh-oleh dan belanja-belanja karena itu pasti tidak akan terlewatkan dan sudah terjadwal salah satunya belanja ke myeongdong dan juga di lottemart. Yang awalnya datang dengan bagasi biasa biasa saja setelah dipenghujung sebelum hari terakhir dikorea saya merapikan semua barang dan belanjaan, merasa was was kalau kalau over bagasi T_T karena hilaf belanja terutama kosmetik dan snack.

Dan salah satu cita cita saya juga saat di korea waktu itu yakni bisa bertemu atau menemukan atau berpapasan dengan salah satu idol korea, bisa itu super junior(?) chanyeol EXO (?) atau idol idol yang lainnya hahaha… tapi apa daya saya tidak menemukan salah satunya pun wkwkwk…

Jangan pergi ke Istana Gyeongbokgung di hari selasa

Dihari terakhir sebelum benar-benar meninggalkan korea dan kembali kerutinitas sebenarnya, hari selasa tanggal 11 april 2017 saya menyempatkan waktu mendatangi Gwanghamun berencana masuk melihat lihat istana, tapi karena itu hari selasa dan ternyata hari selasa itu Istana Gyeongbokgung tidak buka, jadi saya hanya memandang dari luar, huaaahh T_T patah hati rasanya semacam terluka sakit sih tapi tidak berdarah. Oh iya salah satu tempat lagi yang tidak sempat saya singgahi yaitu daerah Gangnam dimana merupakan pusat entertaiment terkemuka di seoul, ternyata 9 hari itu belum cukup hahaha. Tapi tetap optimis kalau di masa mendatang saat saya bisa ke korea lagi saya harus ke tempat itu!. Dan semoga masih bersama bwamtrip pastinya! (pray for me!).

Ayo pergi lagi haha

Berbagi cerita ini semakin menambah kerinduan saya untuk bisa kembali ke korea lagi. Seperti ada tertulis “Kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi”. Saya percaya setiap negara dan kota punya kenangan tersendiri. Dan tidak hanya ingin kembali ke korea lagi tapi saya berharap bisa mendatangi banyak negara menciptakan kenangan indah dan bertemu banyak teman baru.

Ketika saya merencanakan jalan-jalan keluar negeri, yang pertama saya pikirkan adalah budgeting 😛 sebelum bersama bwamtrip saya sempat mencari-cari trip lain namun memang selalu berat diongkos hahaha… namun bwamtrip selalu punya tawaran menarik dan sampai sekarang saya selalu mengikuti dan menemukan banyak diskon yang menggiurkan untuk bisa kembali ke korea atau malah bisa ke jepang(?) atau tempat lainnya 😀

Terima kasih bwamtrip, terima kasih korea, Saranghaeyo~~ semoga bisa jalan-jalan bersama lagi \(^0^)/

Gosh

I am a language trainer based in Jakarta, Indonesia. I love traveling, like a lot. I enjoy walking around, language immersion in different places, have a cup of coffee at some unfamiliar coffee shop, embrace the history or art in many different museums. I love coming across people and blending with new culture. I like having conversations with new people, blogging the stories and inspire people.

3 Comments

  • Lia
    March 9, 2018 at 6:10 PM

    Hei kak,
    keren ceritanya >< mau tanya ni, ke busan berapa hari kak ? Terus uang ke busan itu uang pribadi or termasuk yg di bwamtrip?

    • Marlin
      March 13, 2018 at 8:53 AM

      Wktu itu cm 2 hari semalam
      Ke busan kmrin uang pribadi sih… tp kita bs milih kok klo cm mau diseoul aja atau ke busan trgantung budget masing2

      • Lia
        March 13, 2018 at 9:02 AM

        oalah gitu,, aku kira udah include kak >< ternyata belum u,u

Comments are closed here.

Advertisement




trazy.com

Get On Your Language

Klook.com